https://jurnal.stt-pomosda.ac.id/index.php/cybertechn/issue/feedCYBER-TECHN2026-01-28T11:52:34+07:00Acmad Syaichusyaichu07@stt-pomosda.ac.idOpen Journal Systems<p>CYBER-TECHN adalah Jurnal Nasional yang menyajikan sejumlah tulisan yang berkaitan dengan Teknik Industri dan Teknik Informatika dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan <a href="https://altonmuseum.com/" target="_blank" rel="noopener">informatika</a>, teknik dan manajemen industri berdasarkan hasil penelitian dengan didukung data yang besifat kuantitatif dan kualitatif, yang dapat memberikan solusi, mempermudah, membantu dan menjadi katalisator dalam meningkatkan analisa, pemikiran umat manusia khsusnya lingkungan akademisi</p>https://jurnal.stt-pomosda.ac.id/index.php/cybertechn/article/view/352ANALISIS KEUANGAN BUDIDAYA SAWI DI POMOSDA2026-01-28T11:52:34+07:00Elfi Sulistyanti Rohmatinelfiiisulis@gmail.comPutut Ade Irawanpututadeirawan@gamil.comLuhur Pambudi Herdanarpatiluhurph@stt-pomosda.ac.id<p>Usaha pertanian di bidang budidaya sawi ini berdiri di POMOSDA, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya budidaya sawi di POMOSDA, menganalisis tingkat keuntungan budidaya sawi di POMOSDA dengan menggunakan metode <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Internal Review of Return</em> (IRR), dan <em>Payback Period</em> (PP). Hasil analisis laba/rugi jangka pendek menunjukkan bahwa usaha tani ini mencatat kerugian bersih sebesar 132.000, mengindikasikan bahwa total penerimaan dari penjualan yang tercatat belum mampu menutupi seluruh biaya produksi. Analisis kelayakan investasi, yang didasarkan pada potensi aliran kas bersih tahunan sebesar 10.000, menghasilkan kesimpulan bahwa proyek ini tidak layak secara finansial. Hasil perhitungan menunjukkan Net Present Value (NPV) bernilai negatif, Payback Period (PP) yang terlalu lama (100 tahun), dan Internal Rate of Return (IRR) yang sangat rendah (0%). Disimpulkan bahwa usahatani sawi dengan struktur biaya dan penerimaan saat ini tidak berkelanjutan dan tidak disarankan sebagai investasi jangka panjang. Disarankan agar petani segera melakukan efisiensi biaya input produksi dan meningkatkan strategi pemasaran untuk menaikkan harga jual produk guna membalikkan kerugian menjadi keuntungan dan mencapai kelayakan investasi.</p>2025-11-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Elfi Sulistyanti Rohmatin (Author); Putut Ade Irawan, Luhur Pambudi Herdanarpati